Kisah Nyata "Capaian adalah Perjuangan"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah nyata ini dituliskan oleh Nurul Hidayah dengan judul "Capaianku adalah Perjuanganku". Dalam stori inilah penulis menceritakan pengalaman hidup yang bisa dijadikan inspirasi untuk segenap pembaca.

Begini, Kisahnya...

Hidup ku ini sangat berbeda dengan orang-orang yang lain. Segala kehidupanku harus dipenuhi dengan perjuangan. Tidak seperti mereka yang dengan mudah menggapai capaian tanpa perjuangan yang harus melawan segala rintangan.

Aku adalah seorang anak dengan orangtua sebagai petani yang berumur sudah tidak muda lagi. Perjuanganku berawal dari masa putih abu-abu. Selama tiga tahun silam di SMK Negeri 1 Purwokerto, aku menempuh pendidikan dengan berjualan. Dengan modal sepeda motor dari penggadaian, ku pakai untuk membawa donat dan pisang coklat.

Perjalaanan dari rumah ke sekolah pun tidak dekat. Setiap jam 6 pagi aku sudah berangkat sekolah karna harus mengambil makanan dulu. Namun, ketika kelas 12 aku mulai berfikir setelah kelulusan akan melanjutkan untuk bekerja atau kuliah. Karena hal itu aku memutuskan untuk berhenti berjualan dan fokus belajar menghadapi ujian Nasional.

Ujian Nasional telah berakhir, kelulusan sudah terlewati dan aku masih bingung untuk mau bekerja atau melanjutkan kuliah. Ketika itu, aku seharusnya bekerja saja untuk membantu orangtua yang semakin tidak muda.

Namun, sempat terfikirkan dan penasaran kehidupan kuliah karena teman-teman rumahku banyak yang melanjutkan kuliah. Disamping itu aku terbebani dengan biaya kuliah. Maka setelah itu aku memutuskan untuk magang disebuah supermarket terkenal selama satu bulan.

Berbagai jenis seleksi masuk perguruan tinggi negeri sudah ku ikuti beberapa tahap, namun hasilnya gagal terus-menerus. Pada waktu selesai bekerja di supermarket, dengan modal uang dua ratus ribu aku berangkat Ujian Mandiri di Universitas Negeri Semarang.

Alhamdulilah di tahap terakhir ini aku diterima dengan beasiswa Bidikmisi. Ketika itu aku dan Ibuku sangat bersyukur dengan meneteskan air mata. Awalnya Ibu tidak mengizinkan aku untuk kuliah karena beban biaya, namun pada akhirnya mengizinkan.

Pada awal semester aku sangat senang dengan aktivitasku. Aku selalu terfikirkan dengan berjualan untuk memenuhi kehidupanku sehari-hari di Semarang. Namun, banyak hambatan dan gangguan dengan waktu kuliah.

Akhirnya aku magang dengan mengajar Pramuka di salah satu SD di Gunungpati. Magang itu tidak berlangsung lama. Sehingga aku mencari tambahan uang dengan mengikuti lomba. Alhamdulillah pernah juara 2 lomba Parade Cinta Tanah Air tingkat provinsi Jawa Tengah dan peringkat 7 Netcosmit 2017 di Padang, Sumatera Barat. Selain itu aku juga mengikuti Perkemahan Wirakarya Daerah di Kebumen dan lolos sayembara 100 penulis terbaik tokoh masa dulu-kini-nanti.

Beberapa penghargaan itu sebenarnya aku lalui dengan ketidaksengajaan. Awalnya hanya iseng dan lama-lama menjadi ketergantung. Namun hal itu tidak seterusnya semangat untuk mengikuti event. Sekarang, untuk memulai mengikuti event lomba-lomba masih tehalang oleh waktu dan rasa malas. 

Aku mengikuti beberapa organisasi kampus dan sekarang semester 4 sudah memulai dengan pengeluaran biaya yang luar biasa.

Sudah setahun ini aku tidak mencoba mengikuti event lomba kembali. Sekarang aku fokus untuk mencari uang tambahan dengan kembali berwirausha. Usaha inipun tidak hanya satu, aku menjadi reseller Afaa Snack dari saudaraku dirumah dan online shop semua jenis buku. Selain dua hal itu, aku magang di salah satu Mall yang cukup besar di Semarang.

Semua ini aku lakukan untuk pembiayaan kuliah dan biaya hidup di Semarang. Aku tidak menceritakan hal ini pada orangtuaku karena aku tidak ingin mereka kepikiran denganku disini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kisah Nyata "Capaian adalah Perjuangan""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel