Kisah Nyata "Hikmah Dibalik Keinginan yang Belum Terwujud"

KisahTerbaik.Com- Kumpulan cerita nyata yang benar-benar terjadi ini dituliskan oleh Syientani Salwa Hardi dengan judul "Hikmah Dibalik Keinginan yang Belum Terwujud". Dalam storinya menceritakan pengalaman yang sungguh menarik untuk dibaca.

Begini, Kisah Nyatanya...

Aku adalah anak yang terlahir dari rahim Ibuku, aku anak kelima dari Sembilan bersaudara. Ayahku adalah seorang Karyawan di Perusahaan Swasta, sedangkan Ibuku adalah Seorang Ibu Rumah Tangga. Kebutuhan menjadi prioritas utama dalam kehidupan keluargaku.

Saat Aku kecil, Ibuku menyekolahkan aku di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Bina. Disana Aku mendapatkan teman-teman yang baik. Saat beranjak ke kelas 3, salah satu temanku pindah sekolah ke
Pesantren.

Saat itulah aku memiliki keinginan untuk bersekolah di pesantren. tapi saat itu, keinginan itu hanyalah sebuah keinginan yang menjadi benih dalam hatiku. Aku belajar dan terus belajar. Saat lulus SD aku diajak temanku untuk bersekolah di pesantren.

Itu membuatku kembali besemangat, ketertatikkanku untuk mendalami ilmu agamaku akan terpenuhi. Aku mencoba untuk menyampaikan keinginanku kepada Ibuku dan Ayahku. Orang tuaku sangat mendukungku dalam hal ini, tetapi saat itu keadaan tidak memunginkan untukku bersekolah di pesantren karena biayanya tidak mencukupi.

Saudara–saudaraku juga mmbutuhkannya biaya untuk Sekolah, belum lagi keperluan sekolah adik – adikku dan kebutuhan sehari-hari. Keadaan yang sangat membuatku bingung dan gelisah dengan perasaan marah bercampur rasa kecewa di dalam hatiku, saat itu aku hanya berpasrah.

Peristiwa itu kembali terulang, ketika aku telah dinyatakan lulus SMP aku diajak kembali oleh teman yang sama, Dia mengajakku untuk melanjutkan SMA di pesantren yang sama dengannya. Yah lagi-lagi, aku tak mendapatkan kesempatan itu.

Kadang–kadang Aku merasa bahwa ini tidak adil untukku, kenapa harus terjadi dalam kehidupanku? Itulah yang selalu aku pikirkan. Aku merasa marah dan bahkan saat itupun aku mulai membenci diriku yang harus lahir di tengah – tengah keluarga yang sangat rumit.

Pikiranku saat itu hanyalah untukku sendiri tanpa melihat keadaan dan kesusahan serta kesulitan yang dihadapi orang tuaku.

Aku sadar bahwa diriku ini sangat egois. Saat duduk di bangku kelas 3 SMA barulah aku menyadari betapa pentingnya mengerti akan keadaan yang dialami oleh orang lain terutama Orang Tuaku sendiri.

Setiap manusia memiliki keinginan dan keegoisan tersendiri, Aku pun sama. Mungkin benar dan Aku
sadari itu, keinginan kita ternyata tidaklah selalu sama dengan Tuhan. Terkadang Tuhan memang tidak secara langsung memberikan apa yang kita inginkan. Namun, Dia selalu memperhatikan kebutuhan hidup kita.

Walau kita memiliki keinginan bukan berarti harus merasa semuanya tidak adil, hanya saja Tuhan punya maksud tertentu. Aku tau itu. Waktu itu aku benar–benar salah karena harus memiliki pemikiran yang seperti itu. Pertanyaan yang tidak seharusnya ada di pikiranku. Mungkin Tuhan punya rencana lain.

Dan mungkin keinginanku itu bukanlah takdirku Saat ini, yang Aku percaya adalah hikmah dibalik semua ini. Ternyata bayak hal yang ku dapatkan dari kejadian itu, ilmu adalah hasil brlajarku selama ini. Walau masih sangat sedikit tapi aku akan berusaha untuk tetap memperjuangkan keinginanku. Insyaalah, aku percaya aku pasti akan bisa mewujudkan keinginanku dengan bersekolah di pesantren dan mendalami ilmu Agamaku.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata "Hikmah Dibalik Keinginan yang Belum Terwujud""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel