Kisah Nyata "Jodohku Telah Datang"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah nyata ini dituliskan oleh Dina Maulani dengan judul "Jodohku Telah Datang". Dalam stori ini ia membagikan pengalaman tentang cinta dan pernikahan yang semoga bisa menjadi inspirasi terbaik bagi segenap pemabaca.

Begini, Kisahnya..

Menjelang tengah malam, bis antarkota yang kutumpangi mulai bergerak dari arah Jogja menuju kota kelahiran, Salatiga. Perjalanan yang cukup jauh, tetapi harus ditempuh.

Aku memilih Jogja sebagai tempat studyku setelah lulus dari SMA. Setiap liburan kuliah, aku selalu menyempatkan pulang kerumah. Selain melepas penat setelah sibuk dengan tugas yang diberikan dosen, aku juga ingin melepas rindu terhadap kedua orang tuaku. 

Saat ini aku duduk didekat jendela bis yang menjadi pemisah antara aku dengan dunia luar. Sesekali pepohonan di luar jendela kaca bis itu tampak bergerak berbalik arah dengan bis yang aku tumpangi. Temaram lampu terlihat menghiasi sepanjang  jalan kota. 

"Mbak boleh kenalan?",  tanya seorang laki-laki masih terdengar jelas ditelingaku.

Pagi sebelum aku melakukan perjalanan malam, aku sempat menghadiri undangan sebuah seminar sebagai pemateri. Setelah acara telah usai, aku berjalan ke luar ruangan, tiba-tiba punggungku ditepuk oleh seorang laki-laki yang tidak aku kenal.

"Boleh kita bicara sebentar", tanyanya dengan sopan.
"Oh ada yang bisa saya bantu", jawabku.
"Apakah saya bisa berkenalan denganmu dan meminta nomor teleponmu?"

Tanpa berpikir panjang aku langsung menolak. Sesaat Aku pikir itu tidak penting  dan bergegas menjauhi laki-laki tersebut. Dan juga aku pikir jika dia membutuhkanku, dia akan memanggilku kembali. Akan tetapi kali ini dugaanku salah. 

AC didalam bis itu membuatku kedinginan dan menyadarkanku dari lamunan. Aku mengatur suhunya sampai terasa nyaman. Tidak lama kemudian sampailah aku di kota Salatiga. Dan setelah beberapa menit menaiki Gojek, aku sampai di rumah. 

Waktu begitu cepat bergulir, tidak terasa aku sudah melewati beberapa hari dirumah. Hari ini tidak ada jadwal untuk pergi keluar rumah.Aku memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan membaca novel yang telah aku beli di Jogja. Aku suka membaca sejak aku duduk dibangku Sekolah Dasar.

Tok tok tok.........

Ketukan pintu rumah  terdengar jelas sampai di kamarku. Ibuku sudah dengan sigap membukakan pintu, dan mempersilahkan tamu itu untuk duduk. Tidak selang berapa lama bik Ijah membawakan minum untuknya. Dia bilang mencari Bapak. Aku mengurungkan niat untuk keluar kamar.

Bapak ku hari ini menjadi juri dalam perlombaan bola voli yang diadakan oleh kampung sebelah. Selang beberapa menit, Bapak tiba di rumah setelah Ibu menelponnya. Dengan wajah heran Bapak berjabat tangan dengan anak itu. dan mencoba mengingat-ingat siapa yang ada dihadapannya.

"Seperti belum pernah melihat", gumam bapak dalam hati.
"Temannya Nisa?", tanya Bapak dengan penasaran.
" Iya Pak..."
"Loh tadi bilangnya cari Bapak?", sela Ibu.
" Begini  Pak, Bu..yang pertama-tama saya kesini ingin bersilaturrohim kepada Bapak,Ibu, 

Sekeluarga. Yang kedua saya ingin meminta izin kepada Bapak untuk mengenal lebih jauh putri Bapak, Anisa"  ucap laki-laki itu dengan penuh keberanian dan sopan.

"Oh jadi mau kenalan dengan anak saya", jawab bapak dengan tawanya yang mengembang.

Bapakku tidak menduga ada laki-laki yang berani datang ke rumah meminta izin untuk berta'aruf  dengan anaknya. Lalu Ibuku segera menghampiri ku ke kamar.

"Nduk..."
"Iya Bu"
"Ada temanmu yang mencarimu nak, cepat sana sudah ditunggu", suruh ibu dengan berjalan pergi meninggalkan aku. 

Di ruang tamu aku tak menemukan temanku, yang ada hanya bapak, ibu , dan seorang laki-laki yang tampaknya aku pernah melihatnya. 

"Sini nak duduk.....ini orang yang mencarimu", suruh bapakku sembari menunjuk laki-laki itu. 

Dengan heran aku duduk dan bertanya kepada laki-laki itu, " Bukankah mas ini yang mau berkenalan dengan ku saat di tempat seminar kemarin "
"Loh jadi kalian ini belum saling kenal?" sela bapak dengan penasaran.
"Belum Pak..", jawabku
"Jadi waktu itu Saya sudah minta nomor telepon putri Bapak, tapi putri Bapak menolak dan langsung pergi", jelasnya sembari tersenyum.

Laki-laki itu tampak sopan sekali saat berbincang dengan kedua orangtuaku. Cara bepakaiannya membuat dirinya tampak berwibawa dan elegan. Dia menjelaskan bahwa dirinya mengetahui rumahku karena bertanya kepada teman dekatku. Keseriusannya untuk berhubungan dengan ku terlihat sekali saat dia meminta izin langsung kepada bapak ku. Bahkan Bapakku terlihat menyetujui hubungan kami.

"Ya Allah.....apa ini jodoh yang Engkau datangkan untukku", gumamku dalam hati.

Sejak saat itu kami menjalani hubungan yang semakin dekat. Dan selang satu tahun setelah aku wisuda, kami menikah.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata "Jodohku Telah Datang""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel