Kisah Nyata "Ketiga Anak dengan Mainan Beroda Empat"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian ulasan tentang kisah nyata ini berjudul "Ketiga Anak dengan Mainan Beroda Empat" yang ditulis oleh Yokhebed. Dalam cerita ini ia membagikan salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi segenap pembaca sekalian.

Begini, Kisah Nyatanya...

Waktu itu, jarum di dinding menunjukkan tepat pukul sembilan malam. Dalam keramaian suasana sebuah pertokoan, berkumpul tiga orang anak kecil yang kurang lebih berusia 3 sampai 5 tahunan masing- masing.

Dua laki- laki dan satu perempuan, berlari kesana- kemari selayaknya anak seusia mereka bermain kejar- kejaran. Hingga salah satu diantara mereka menghentikan langkahnya. Menunduk dan menarik sebuah mainan mobil-mobilan yang ada dalam genggamannya dengan sekuat tenaga, sebagaimana kita berkata, “bersiap dan mulai!” Begitulah yang mereka lakukan, melepaskan mainan tersebut dan mulai berlari bersama, mengejar mainan itu kemana pun perginya, meski sempat pula mereka terjatuh tetap saja mereka memainkannya.

Semakin panjang mereka menarik, semakin kencang roda empat itu melaju dan semakin semangat pula mereka berlari. Padahal, mainan itu tak berarah dan tidak diketahui kapan saatnya berhenti, namun mereka terus melakukannya sampai mainan itu kembali ditanggannya.

Bahkan, saat mainan tersebut melewati sebuah celah antara tembok dengan pot pun, mereka tetap menunggu di seberang celah itu sambil berharap bahwa mobil- mobilan itu tetap bergerak dan tidak terhenti di tengah jalan.

Begitu seterusnya yang terjadi sampai mereka berhasil memikat perhatianku. Mengalihkan mataku dari banyaknya baju yang elok kepada tingkah langkah mereka. Aku, yang awalnya hanya duduk manis sambil sibuk dengan dunia media sosialku, terdiam seketika memperhatikan anak- anak itu. 

Melihat betapa bahagianya mereka dapat bermain dan tertawa dengan puasnya, serasa dunia hanya milik mereka bertiga. Dan meskipun saat itu mereka harus menunggu lamanya seorang ibu berbelanja tetapi tanpa pamrih mereka melakukannya.

Menyaksikan kelakuan anak- anak kecil tersebut membuat kebahagiaan tersendiri bagiku. Bagaimana tidak, jika justru dari merekalah aku dapat mengutip sebuah pelajaran hidup yang tidak terlupakan. Tak perlu merasa malu untuk mengakuinya, karena terkadang saat kita kecil pun pasti ada orang –orang dewasa yang belajar dari kelakuan kita.

Dua hal yang dapat kupelajari dari kisah anak- anak itu. Kita dapat melihat betapa bahagianya mereka menjalani kehidupannya, serasa tak ada satu pun beban yang harus mereka pikul, bahkan mereka dapat tertawa lepas disaat merasa kelelahan menanti.

Dikala mereka terjatuh pun, mereka tetap tersenyum dan kembali berlari. Terlalu yakin mereka bahwa disaat mereka terjatuh, masih ada orang tua yang akan berlari dan mengusap air mata mereka.

Seringkali, dalam hidup kita melewati badai cobaan yang berat, namun kita harus tetap tersenyum lebar dan kembali berjuang mengejar tujuan kita. Bahkan, disaat kita terluka dan kelelahan, kita harus tetap memberikan wajah terbaik yang kita miliki karena disaat itulah kekuatan kita diuji.

Memang menyakitkan, tetapi ada saatnya orang lain tidak perlu mengetahui apa yang kita rasakan dan kembali berlari bahkan jauh lebih kencang dari sebelumnya sampai kemengan itu kembali ditangan kita.

Ada kalanya pula kita menjadi sebuah mainan mobil- mobilan yang harus ditarik mundur agar dapat melaju dengan kencang. Serasa mengalami kemunduran, kejatuhan dan kesusahan dalam hidup, padahal Yang Maha Kuasa melakukannya untuk kebaikkan.

Agar kita dapat berlari lebih cepat dan mendaptkan apa yang pantas untuk kita dapatkan, namun Yang Kuasa tidak ingin kita merasa sombong atas semua itu. Mungkin lebih baik sekarang daripada harus terjatuh saat kita berada di puncak gunung kesuksesan kita.

Percayalah bahwa Allah tidak akan tinggal diam pada umat yang setia kepadaNya, Ia yang akan selalu menjaga kita saat melalui sebuah celah (himpitan dalam hidup).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata "Ketiga Anak dengan Mainan Beroda Empat""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel