Kisah Nyata "Ketika Allah Memberi Aku Kesempatan"

KisahTerbaik.Com- Tulisan mengenai kisah nyata ini adalah karya Iman Herlana dengan judul "Ketika Allah Memberi Aku Kesempatan". Dalam cerita ini ia membagikan sebuah pengalaman yang berharaga bagi segenap pembaca.

Begini, Kisah Nyatanya...

Sering terdengar di berbagai tausiyah, bahwa iman seseorang kondisinya labil. Kadang naik, kadang turun, dikendalikan oleh berbagai faktor seperti tempat, waktu, suasana, dan lain sebagainya. Mereka yang hebat adalah mereka yang imannya terus meningkat, dimanapun mereka berada, kapanpun waktunya, bagaimanapun suasananya.

Ini adalah kisahku beberapa hari setelah ramadhan berakhir. Aku sangat ingat bahwa hari itu adalah tanggal 30 Juni 2018 atau 15 Syawal 1439 menurut penanggalan Hijriah. Itu artinya baru 15 hari yang lalu bulan Ramadhan meninggalkan aku dan seluruh manusia di dunia.

Tentunya suasana Ramadhan masih melekat jelas di kehidupan bermasyarakat, tetapi tidak dalam beribadah. Sering kulihat masjid-masjid, mushola-mushola, ataupun tempat-tempat ibadah umat muslim lainnya terlihat sepi.

Hal yang menurutku aneh terjadi pada hari itu, tepatnya sekitar pukul 8 malam. Waktu itu aku asik bermain game online hingga lupa kalau aku belum melaksanakan sholat isya. Ditengah asiknya bermain game online, tiba tiba aku merasakan kesedihan.

Aku sendiri tidak tau darimana datangnya rasa sedih tersebut. Kala itu aku bingung dan memutuskan untuk melanjutkan bermain game online namun tetap dalam kondisi hati yang sedih. Sekitar pukul setengah Sembilan malam, ibuku mengingatkan untuk melaksanakan sholat isya.

Aku terkejut. Bagaimana aku bisa lupa untuk melaksanakan sesuatu yang seharusnya aku laksanakan tepat waktu. Aku lansung menuju mushola tempat biasa aku melaksanakan sholat. Disana sudah sangat sepi dan gelap. Pintu telah ditutup rapat.

Aku tetap masuk ke dalamnya dan melaksanakan sholat disana. Seusai sholat, perasaanku tidak membaik. Padahal ketika aku sholat, semua baik baik saja. Aku semakin bingung dengan keadaan itu hingga aku meminta petunjuk kepada Yang Maha Tau.

Selepas berdoa aku berdiam sebentar di mushola tersebut. Iseng kulihat ke arah lemari tempat disimpannya Al-Quran dan mukena perempuan. Terlihat disana Al-Quran yang biasa aku gunakan untuk tadarus sewaktu bulan ramadhan.

Kondisinya buruk. Al-Quran tersebut terletak di bagian pojok kiri belakang bawah dari lemari, hanya sedikit bagiannya yang terlihat.

Aku mengambil Al-Quran tersebut. Berdebu, begitu kondisinya saat aku menyentuhnya. Saat aku buka halaman yang menampilkan surat pertama, Al-Fatihah, aku teringat janjiku untuk tetap istiqomah dalam beribadah walaupun Ramadhan telah berakhir. Aku mulai menangis. Selama 15 hari aku tinggalkan janji istiqomah itu hanya karena sedang berlibur.

Aku membersihkan Al-Quran tersebut kemudian mulai membacanya walaupun dengan terbata-bata karena lama tidak melakukannya. Juga disertai air mata yang terjatuh perlahan akibat penyesalan karena sempat melupakan Al-Quran. Malam itu terasa sangat hebat. Allah mengingatkan aku terhadap 3 hal yang aku lalaikan. Pertama, sholat berjamaah dan tepat waktu.

Kedua, janjiku untuk tetap istiqomah beribadah walaupun Ramadhan telah berlalu. Ketiga, membaca serta mengkaji Al-Quran. Maha Besar Allah atas segala petunjuk-Nya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Kisah Nyata "Ketika Allah Memberi Aku Kesempatan""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel