Kisah Nyata "Membentuk Karakter dalam Dunia Pendidikan"

KisahTerbaik.Com- Stori tentang cerita nyata ini dituliskan oleh Regina Pasaribu dengan judul "Membentuk Karakter dalam Dunia Pendidikan". Dalam kisah ini ia membagikan sejumlah pengalaman yang benar-bener terjadi dalam hidupnya.

Begini, Kisahnya...

Pada suatu hari, tepatnya dipagi hari. Dengan situasi hari-hari yang begitu-begitu saja. Dimana setiap pagi saya tidak pernah merasakan bahagia untuk berangkat ke sekolah, yang dimana sekolah saya dengan jarak rumah saya sangat jauh sekitar 15 Km.

Ketika sampai disekolah saya selalu terlambat 30 menit, memang ini karena kesengajaan saya. Bahkan guru yang mengawas piket saja sudah bosan melihat wajah saya yang terlambat. Tetapi, hukuman kali ini sangat berbeda, mengapa hanya saya sendiri yang dihukum melapor ke kepala sekolah ? Dan alasannya sangat logis karena saya selalu terlambat. Ya seperti biasa saya di kasih Surat Panggilan Orangtua. Seperti biasa juga saya tidak pernah memberitahunya kepada orangtua saya.

Setelah 2 les mata pelajaran tidak saya ikuti, dan dengan pergantian mata pelajaran yang sangat membosankan pun saya masuk. Seorang ibu guru langsung menanyakan tugas, dan saya sontak terkejut karena saya tidak sempat mencontek dengan teman sekelas saya.

Dan hanya saya yang tidak mengerjakan tugas itu, dan saya diberi hukuman menulis ulang jawabannya sebanyak 3 kali. Karena saya begitu emosinya ternyata saya tidak sadar saya cakap kotor dengan sebutan nama hewan.

Dan saya pun dibawa ke kantor Bp. Bahkan Bp saja sudah muak dengan saya. Bp bertanya mana orangtua kamu? Sudah 10 kali saya beri surat untuk orangtua kamu, kenapa tak ada 1 kali pun datang. Saya menjawab, Orangtua saya tidak ada waktu.

Bp langsung meminta nomor orangtua saya, dan saya pun memberi nomor palsu. Karena Bp tidak ada pilihan lain dia menyuruh saya merenungkan diri selama 1 jam. Dan ada junior yang melihat saya dengan mata layasnya itu.

Saya langsung berbicara dengan nada kasar, apa mata kau itu! Dan dia pun dengan muka melawan, saya pun langsung menjambak anak itu. Dan saya langsung disuruh pulang oleh Bp karena ketidaksanggupan Bp mengurus saya.

Ya begitulah hari-hari saya jalani selama disekolah, bahkan saya seperti bukan anak didik di sekolah itu. Tetapi saya langsung pergi ke tempat bimbel saya. Saya bertemu dengan tentor saya yang sangat saya banggakan dengan ilmu kimianya. Dia menempuh jenjang S2 di ITB. Saya sangat bangga dengan bapak itu. Saya selalu belajar dengannya, selalu mempunyai catatan khusus untuk belajar sama dia.

Dan ketika pengumuman SNMPTN atau jalur undangan saya kesal saya tidak dapat masuk di Universitas pilihan saya. Saya sangat sedih dan saya selama 1 minggu tidak berinjak ke tempat bimbel saya. Dan tentor inspiratif saya pun menelpon saya, dan saya pun menceritakan semuanya dengan dia, dia langsung menyuruh saya ke tempat bimbel, dan saya pun bergegas kesana.

Setelah sampai kesana tentor inspiratif saya memberi saya buku paduan SBMPTN. Dan saya makin semangat untuk belajar.

Setelah sekian lama saya berjuang dan berjuang dengan tingkah laku saya di sekolah yang seperti dianggap sampah. Ternyata saya juga bisa lulus di Universitas terbaik di Sumatera utara dengan program studi pendidikan kimia. Dan ketika saya sudah menjalani 1 semester di bangku perkuliahan tersebut, baru saya mengetahui bagaimana pendidikan itu bisa diikuti oleh peserta didik dengan sempurna.

Ya dengan cara bagaimana seorang guru dapat memberikan perhatian dan memberikan solusi kepada peserta didiknya agar dapat berubah menjadi terbaik, bukan hanya memberikan hukuman kepada peserta didik tersebut dan permasalahan selesai begitu saja, karena setiap peserta didik pasti memiliki bakat, minat, serta kemampuannya masing-masing disetiap bidang.

Dan semua tingkah laku saya sudah berubah semenjak saya sudah menginjakan kaki saya di Universitas ini, saya merasa diri saya sudah seperti seorang guru yang akan membentuk karakter siswa menjadi lebih percaya diri, dengan semua metode-metode pembelajaran yang membuat siswa akan lebih semangat dan keingintahuannya semakin tinggi untuk belajar, khususnya pelajaran kimia.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

27 Responses to "Kisah Nyata "Membentuk Karakter dalam Dunia Pendidikan""

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Terharu dengan ceritanya 😢

    BalasHapus
  5. Keren kalii ceritanya,sangat menginsprasi😅

    BalasHapus
  6. Cerita ini sama seperti saya ketika mencoba sbmptn, sempat gagal. Tp karna 1 org saya jd terinspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata kita sama sama terinspirasi dengan 1 org ya haha

      Hapus
  7. Karya nyata nya seru banget dibaca,sukses ya selalu

    BalasHapus
  8. Cerita ini sangat terkesan bagi para peserta didik yang merasa dirinya masih standard pas pasan. Untuk berjuang lagi demi pendidikannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali. Karena tidak ada perjuangan yang sia sia

      Hapus
  9. Baca ny seru banget....
    Mantap dah...

    BalasHapus
  10. Iya dah, bimbel mana ya kalo bole tau ya mbak? Hahahhaa

    BalasHapus
  11. Iya dah, bimbel mana ya kalo bole tau ya mbak? Hahahhaa

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel