Kisah Nyata Misteri "Mau Berkenalan"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah misteri ini dituliskan oleh Salsabila Irbah Nurazizah dengan judul "Mau Berkenalan". Dalam storinya ia mengungkapkan beberapa kejadian janggal yang pernah dialaminya di hotel.

Begini, Kisahnya...

“Bu, besok ada kumpul guru ya di hotel X.” Kumpul guru ini sudah menjadi agenda tahunan sekolah dan harus diikuti oleh semua perwakilan guru di setiap sekolah. Hotel X ini terletak di luar kota dan memakan waktu yang lumayan lama untuk sampai kesana.

Karena aku ditunjuk oleh kepala sekolah menjadi perwakilan guru untuk pergi kesana maka tidak mungkin aku menolaknya. Aku pun menyiapkan diri untuk berangkat dan dimulailah perjalanan itu.

Dijalan terasa biasa saja tidak ada hal yang membuat tidak nyaman atau semacamnya.

Saat sampai aku mendapat kamar no.4 beserta 2 temanku yang lain. Aku termasuk orang yang bisa merasakan jika adanya hal-hal tidak enak atau hawa makhluk lain disana. Saat masukpun aku sudah merasakan hawa yang tidak enak. Namun aku memberanikan diri karena lagipula aku tidak sendiri disana ada 2 temanku juga yang bareng denganku. ‘Sudahlah tidak apa-apa kan aku tidak akan sendiri,’ pikirku.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari dan 1 malam. Hari pertama disana, kegiatan rapat hari pertamapun dimulai untuk membahas kurikulum baru untuk anak-anak di SMA. Badanpun lelah dan lega bahwa kegiatan hari pertama telah usai, namun tubuh harus tetap fit untuk menjalankan kegiatan keesokan hari.

Ketika malam tiba, setelah selesai mandi, makan dan solat, aku dan kedua teman sekamarku pun sudah ingin merebahkan badan dan menyudahi kegiatan hari ini. Ketika kedua temanku sudah terlelap, aku masih saja belum kunjung bisa tertidur.

Aku pun hanya bisa memandangi jendela besar dikamar tersebut..

Tiba-tiba saja aku tersentak! Keadaan langit yang awalnya tenang tiba-tiba.. DUARRR!! Ada kilatan cahaya yang tiba-tiba lewat dan mengagetkanku, kilatan itu diserai dengan bayangan hitam yang kemudian memasuki toilet kamar ini.

Tubuhku pun langsung berada dalam keadaan syok dan aku berusaha memenjamkan mataku dan tidak membukanya hingga akhirnya tertidur sampai pagi keesokan harinya. Itu adalah pengalaman dikali pertama kegiatan tahunan ini.

Tahun berikutnya, aku menjadi perwakilan sekolah lagi untuk mengikuti kegiatan yang sama yang kuikuti tahun lalu. Aku sudah ada firasat yang buruk akan kegiatan ini. Tapi aku menghiraukan firasat itu dan tidak dipikirkan lagi.

Sesampainya disana aku tersentak saat dibagikan nomor kunci kamar. Aku mendapatkan nomor yang sama yang aku dapatkan tahun lalu. Nomor 4! Dari sejak itu, firasat burukku muncul kembali. ‘Tapi sudahlah jalani dulu saja’ pikirku.

Ketika malam hari tiba, saat kegiatan sudah berakhir, kedua temanku masih ada hal yang harus diurusi sehingga terpaksa aku kembali duluan ke kamar untuk mandi dan melaksanakan sholat maghrib. Saat sholat maghrib tiba.

Saat kuucapkan Allahu Akbar! Terdapat bayangan hitam yang lewat bolak-balik didepan sajadahku! Aku tersentak kaget, tapi aku tidak bisa membatalkan sholat ini karena ini ibadah! Aku memaksakan diri untuk membereskannya dan alhamdulillah aku kuat. Setelah itu aku langsung cepat-cepat keluar dan langsung bergabung dengan teman-temanku.

Aku tidak mau menceritakan kejadian itu karena aku takut jika menceritakannya malah akan membuat suasana menjadi heboh. Aku sudah tidak berani sendiri di kamar, aku pun mengikuti makan malam bersama. Badanku sudah pucat dan lemas, teman-temanku bilang “Sudah balik ke kamar duluan aja.

Tidur duluan! Badanmu udah lemes gitu,” ujar mereka. Tapi aku tidak berani, aku pun hanya duduk di sofa hotel bersama teman-teman.

Kemudian setelah lama, udarapun terasa dingin. Akhirnya aku pun kembali ke kamar dengan harapan sudah tidak apa-apa di kamar. Namun ketika kumasukan kunci hotelnya. Tiba-Tiba kunci hotel itu memutar-mutar dengan sendirinya. Dengan syoknya aku berteriak kencang.

“AAAHHHHH!!” teriakanku terdengar di setiap penjuru hotel. Semua orangpun terkaget dan menghampiriku. “Ada apa bu? Ada apa?” tanya mereka. Aku pun sudah tidak kuat memendamnya lagi dan menceritakan kejadian yang aku alami.

Ada satu orang temanku bernama Pak Budi yang bisa merasakan dan mengetahui hal-hal gaib. Ketika beliau melihat keadaan kamar, beliau pun dengan keadaan wajah kaget berkata “Wah, dulu kamar ini ada pohon besar disini.

Setelah pohonnya ditebang penghuninya masih tinggal disini. Ada satu orang penghuni yang mau berkenalan dengan ibu. Tahun kemarin belum kenalan katanya.” ‘Hah? Berkenalan’ kataku dalam hati. Aku sangat kaget mendengar kabar itu. Setelah kejadian itu aku sudah tidak mau lagi pergi ke hotel itu.

Di tahun selanjutnya aku ditunjuk lagi menjadi perwakilan sekolah. Sebenarnya aku sudah tidak mau kesana lagi, apalagi mengingat kejadian tahun lalu. Ibu Siti, temanku, yang sudah mengetahui tentang kejadian itu langsung tidak memperbolehkanku untuk pergi lagi ke hotel itu. ‘Ya iyalah siapa juga yang mau kesana!’ kataku dalam hati. “Aku juga sebenarnya tidak mau Bu Siti, tapi gimana ya ini perintah dari kepala sekolah?” tanyaku bingung berharap mendapat jawaban.

Ibu Sitipun menceritakan bahwa dulu beliau pernah merasakan kejadian yang seperti itu juga di hotel lain, dia dan suaminya menginap di sebuah hotel. Namun kemudian, ketika suaminya sudah berangkat untuk melakukan pekerjaannya, tiba-tiba suaminya langsung kembali 10 menit kemudian. 

Aneh sekali. Padahal suaminya sudah bilang bahwa pekerjaannya akan selesai sore hari. Suami yang kembali baru 10 menit itu bertingkah aneh sekali, dia hanya diam saja, duduk, dan hanya mondar-mandir kamar.

Ketika beberapa jam berlalu, suaminya itu keluar kamar. Lalu dia bertanya kepada suaminya kenapa tadi hanya diam saja. Suaminya aneh padahal suaminya itu baru pulang sore tadi. Kemudian Ibu Siti berkata “Awas loh bu hati-hati, bisa saja kalau ibu kesana lagi tahun ini. Penghuni itu akan mendekati ibu dengan sosok manusia.

Seperti kejadian saya waktu itu, Ihhh serem banget itu” ujarnya. Setelah mendengar cerita ibu siti aku memberanikan diri berbicara kepada kepala sekolah dan memberanikan diri untuk menolak menjadi perwakilan sekolah dan mengemukakan alasannya.

Aku sudah tidak mau lagi ke hotel itu. Dan aku tidak pernah mau lagi jika menjadi perwakilan sekolah ke kegiatan itu karena kegiatan itu pasti dilaksanakan di hotel itu.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata Misteri "Mau Berkenalan""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel