Kisah Nyata "Nasib Seorang Remaja Periang"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah nyata ini dituliskan oleh Reyna Ummaisha Roshanie dengan judul "Nasib Seorang Remaja Periang". Dalam cerita ini ia mengangkat pengalaman dari peristiwa yang kematian dialami oleh tetangga pada Tahun 2012. Semoga bisa memberikan kesan berarti untuk segenap pembaca.

Begini, Kisah Nyatanya...

Tari, anak seusia remaja, memiliki sifat periang. Ia merupakan anak tunggal dari Bapak Dabid dan Ibu Yuli. Sekarang, Tari menduduki bangku SMP. Di kelas, ia dikenal dengan anak yang aktif, rajin, dan patuh dengan aturan sekolah. Ia juga disukai oleh teman-temannya di sekolah.

Begitupun Gurunya Tari, Ia sangat menyukai sosok remaja yang jarang memiliki sifat seperti Tari. Biasanya para remaja zaman sekarang, banyak memiliki sifat ego tinggi dan banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Tetapi, berbeda dengan Tari yang kegiatannya sepulang sekolah hanya membantu Ibunya untuk berjualan kue.

Besok pagi, seperti biasa, Tari pamit kepada orang tua nya untuk berangkat ke sekolah. Tetapi, tiba-tiba saja Ibunda Tari memiliki sebuah firasat buruk hari ini. Sebelum Tari melangkah keluar, Ibunya memberikan pesan agar sepulang sekolah jangan main kemana-mana, dan langsung menuju kerumah. 

Merasa mungkin hanya perasaannya saja, Ia tak begitu memikirkan firasat tersebut. Ibu Yuli langsung menuju dapur dan memasak kue untuk dagangan nanti sore yang akan dijual bersama Tari. Entah mengapa, saat Ibu Yuli memasak, tiba-tiba saja terpikir dibenaknya ada sesuatu yang akan terjadi dengan anaknya, Tari.

Karena Ibunda Tari sangat khawatir dengan anaknya, Ia langsung menghubungi pihak sekolah untuk menanyakan bagaimana keadaan Tari disana. Informasi dari sekolah, bahwa Tari baik-baik saja dan aman di sekolah.

Sepulang sekolah, teman-teman Tari mengajak Tari untuk bermain ke sungai. Awalnya, Tari menolak ajakan tersebut. Tetapi, karena kebetulan hari ini hari ulang tahunnya Tari, temannya membujuk dengan alasan untuk memberikan surprise kepada Tari.

Tanpa berpikir panjang, Tari langsung menuju sungai bersama teman-temannya. Padahal, Ibunya tadi telah memberi pesan bahwa sepulang sekolah, Tari dilarang untuk bermain kemana-mana dan langsung menuju kerumah.

Beberapa orang telah menunggu di sungai untuk melempari Tari dengan sagu dan beberapa telur. Badan Tari sekarang berlumur sagu dan telur. Begitu juga dengan teman-temannya yang terkena percikan sagu.

Tanpa berpikir panjang, Tari dan teman-temannya akan berenang di sungai tersebut untuk membersihkan pakaian sekolah nya yang terlumur oleh sagu dan telur. Orang tuanya Tari, sangat khawatir mengapa anaknya sampai sekarang belum sampai kerumah.

Bapak Dabid, ayah dari Tari, berusaha menenangkan istrinya, dengan alasan mungkin saja Tari belum sampai kerumah karena ada tugas kelompok. Tetapi, Ibu Yuli tetap saja khawatir dengan anakny, Tari.

Saat sedang asyik berenang, hal yang sangat mengejutkan terjadi. Tiba-tiba saja, Tari hilang dari rombongan teman-temannya. Teman-temannya Tari sangat panik, dan berusaha mencari keberadaan Tari. Saat beberapa menit mencari, tiba-tiba terdengar suara Tari menjerit dari tengah- tengah sungai, bahwa Ia meminta pertolongan.

Salah satu temannya, langsung menuju rumah Tari dan memberikan kabar kepada orang tuanya, bahwa Tari tenggelam. Sampai di rumah Tari, Ibu Yuli yang sedang menjajakan dagangan kuenya, tidak percaya apa yang dikatakan salah satu temannya Tari, bahwa anaknya tenggelam.

Tiba-tiba saja, teman Tari itu menangis dan langsung menarik tangan Bu Yuli untuk menuju ke sungai. Tiba di sungai, teman-teman Tari sedang duduk dan menangis meratapi nasib Tari yang telah hilang di sungai.

Ibu Yuli, yang melihat keadaan penduduk telah ramai, tiba-tiba saja pingsan. Lalu, Ia dibawa masuk ke salah satu rumah warga didekat sungai. Ternyata, Bapak Dabid juga telah tahu kabar anaknya tenggelam.

Karena, saat Bu Yuli menjajakan dagangannya tadi, Ia berusaha mencari anaknya. Penduduk sekitar yang dari tadi mencari Tari disungai, sampai sekarang belum kunjung ketemu. Karena langit telah gelap, akhirnya pencarian Tari akan dilanjutkan besok, langsung oleh Tim SAR.

Keesokan harinya, sekitar kurang lebih 5 jam, akhirnya Tim SAR menemukan Tari yang tengah mengapung di tengah-tengah sungai. Sayang sekali, Tari telah meninggal dengan bekas luka di kepalanya.

Tetapi, kejadian ini aneh sekali.

Kepala Tari bolong berbentuk bulat. Kemungkinan, kata para tetangga, Tari bisa saja ditarik oleh hantu banyu di sungai itu. Keesokan harinya, mayat Tari langsung dimakamkan di sebuah pemakaman.

Orang tua Tari sangat terpukul akibat kejadian ini. Berarti benar dengan firasat yang telah dirasakan oleh Ibunya Tari.
End Note : Saya, Reyna Ummaisha Roshanie, mengangkat kisah ini dari pengalaman
tetangga saya sendiri. Palembang, 2012. “Ingatlah dengan pesan dan nasihat orang tua.
Berpikirlah sebelum bertindak.”

Berlangganan update artikel terbaru via email:

6 Responses to "Kisah Nyata "Nasib Seorang Remaja Periang""

  1. Ceritanya Menyentuh :') pesan yg terdapat dalam ceritanya mampu buat saya sadar sebagai seorang anak.

    BalasHapus
  2. Ceritanya sangat mempunyai hikmah yang luar biasa, ini bakal saya share ke saudara" saya, trims atas pengalamannya

    BalasHapus
  3. ceritanya memberikan pembelajaran yang banyak bagi kita,agar kita selalu mengikuti apa yang orangtua katakan.

    BalasHapus
  4. Cerita yang menyentuh hati:')

    BalasHapus
  5. 👍🏻👍🏻cerita yang sangat bermakna dan menyentuh

    BalasHapus
  6. sangat bermakna, saya suka!

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel