Kisah Nyata "Pengalaman Pertamaku Saat Mengikuti MTQ"

Andi Qadri Al-Aqsha
KisahTerbaik.Com- Rangkaian cerita nyata ini dituliskan oleh Andi Qadri Al-Aqsha dengan judul "Pengalaman Pertamaku Saat Mengikuti MTQ". Dalam kisah ini ia membagikan salah satu pesan inspirasi untuk segenap pembaca.

Begini, Kisahnya...

Musabaqah Tilawatil Qur’an adalah kepanjangan dari MTQ. Ajang MTQ ini sangat di tunggu-tunggu oleh qori’ qori’ah, hafidz hafidzah, dsb. MTQ ini diadakan 2 tahun sekali.

Pada suatu hari, beredar informasi yang menyatakan bahwa akan diadakan lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV tingkat Kota Kendari tahun 2014. Pada saat itu, saya masih berusia 12 tahun dan duduk di bangku MI Negeri Kendari kelas 6.

Saya ahli di bidang Tilawatil Qur’an. Saya belajar tilawah sejak saya kelas 2 MI. Saya sering diikutkan lomba Tilawah oleh guru saya dan saya sering ditampilkan di depan umum untuk melatih mental diri saya.

Pada suatu hari, guru tilawah saya dan sekaligus menjadi guruku di MI Negeri Kendari memanggilku, dia berkata “Andi Qadri, kamu harus mengikuti lomba Tilawah di ajang MTQ ke-25 tingkat Kota Kendari”.

Kapan lombanya berlangsung, bu guru?” tanyaku.
Minggu depan” jawabnya.

Baiklah, bu” ucapku. Pada saat itu, saya terus berlatih, saya juga datang ke rumah guruku untuk berlatih dengannya.

Tibalah saatnya perlombaan. Namaku telah didaftarkan sejak pembukaan ajang perlombaan tersebut dan saya telah mencabut maqra (ayat yang akan dibacakan saat lomba). Peserta demi peserta telah tampil, tibalah giliranku untuk tampil di atas panggung dan dihadapan semua dewan juri yang profesional.

Sebelum saya naik ke atas panggung, terlebih dahulu saya bersalaman dengan kedua orang tua saya dan meminta do’a dari mereka. Peristiwa itu sungguh menegangkan, tapi saya tidak takut karena saya yakin dan percaya bahwa do’a orang tua bersamaku.

Saya pun tampil membacakan ayat suci Al-Qur’an dengan nada tilawah dalam durasi 8-10 menit. Semua berjalan lancar. Setelah tampil, saya pulang ke rumah dan beristirahat sambil menunggu pengumuman hasil juara yang akan dilaksanakn 3 hari ke depan.

Malam pengumuman pun tiba. Saya beserta kedua orang tuaku duduk bersampingan di dalam aula Kantor Walikota Kendari. Acara demi acara telah terlewati, dan tibalah acara yang sangat ditunggu-tuggukan oleh semua peserta lomba di bidang apapun, yaitu acara pengumuman hasil juara terbaik 1,2,3 dan  harapan 1, dan hanya pemenang juara 1 saja yang dapat melanjutkan ke tingkat Provinsi. 

Pengumuman pertama yang disampaikan adalah pengumuman juara terbaik 1,2,3 dan harapan 1 untuk bidang Tilawah Kanak-Kanak. Suatu kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan olehku. Namaku disebutkan sebagai juara terbaik 1 dan saya berhak masuk ke Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara mewakili Kota Kendari.

Ini merupakan perlombaanku yang pertama kali dan atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa saya bisa masuk MTQ XXV tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2014 yang bertempat di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi itu akan diadakan 3 minggu ke depan. Dalam waktu 3 munggu itu, Pemerintah Kota Kendari menerapkan program karantina untuk semua peserta yang lolos ke tingkat provinsi untuk berlatih penuh agar dapat menampilkan yang terbaik pada saat lomba nanti.

Tiga minggu telah berlalu, dan kami diberangkatkan menuju Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara dengan kendaraan bus milik Pemkot Kendari. Perjalanan kami tempuh dalam waktu 5 jam. Saat kami tiba, kami langsung menuju ke kantor Kemenag Kabupaten Bombana untuk melakukan pendaftaran peserta lomba.

Pembukaan MTQ XXV tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 2014 dibuka dengan dilaksanakannya pawai ta’aruf, sekaligus pencabutan maqra (ayat yang akan dibacakan pada saat lomba). Perlombaan untuk bidang tilawah kanak-kanak dilaksanakan keesokan harinya.

Pada hari perlombaan, saya dan kedua orang tuaku yang ikut menemani saya datang ke arena utama tempat perlombaan diadakan. Sambil menunggu, saya terus berlatih agar dapat menampilkan yang terbaik.

Tidak lupa juga saya meminta do’a dari orang tuaku. Namaku pun dipanggil naik ke atas panggung dan masuk ke dalam kaca yang telah disediakan. Saya tampil dengan baik. Pada malam harinya, setelah makan malam, orang tuaku menerima telepon dari officialku bahwa saya lolos ke babak final dan saya berada diurutan ketiga.

Keesokan harinya, saya dan orang tuaku pergi ke arena utama untuk berlomba dengan kedua finalis yang juga lolos ke babak final. Mereka berasal dari Kabupaten Kolaka, Kabupaten Bombana, dan saya sendiri dari Kota Kendari.

Pada saat itu, pencabutan maqra dilaksanakan di tempat perlombaan dan hanya diberikan waktu 30 menit untuk berlatih. Semua finalis berlatih dengan guru mereka masing-masing, tetapi saya berlatih sendiri karena guru saya merupakan salah satu dewan juri yang tidak dapat diganggu gugat.

Hanya orang tua yang selalu menemani dan memberikan support/dukungan kepadaku. Setelah tampil, orang tuaku mengajakku jalan-jalan keliling Kabupaten Bombana untuk refreshing. Saya diajak ke pameran, pantai, dan lain-lain.

Malam penutupan sekaligus malam pengumuman juara akan dilaksanakan 1 minggu ke depan. Pada saat malam penutupan, semua peserta, pendamping/official, para guru, dan pemerintah kota dari semua kota/kabupaten yang ada di Sulawesi Tenggara berkumpul di arena utama. Suasana malam itu sangat dingin dan menegangkan.

Acara demi acara telah terlewati.

Tibalah pada acara terakhir yaitu pengumuman juara terbaik 1,2,3 dan harapan 1,2,3, dan hanya yang mendapatkan juara terbaik 1 saja yang berhak lolos ke tingkat nasional. Suatu kesyukuran yang tidak terbayangkan bahwa saya berhasil menjadi juara terbaik 2 untuk bidang Tilawah Kanak-Kanak.

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan saya kenikmatan yang luar biasa. Ini adalah pengalaman pertamaku mengikuti lomba sampai ke tingkat provinsi. Suatu perjuangan yang luar biasa.

Usaha dan do’a selalu kulakukan, serta do’a dan dukungan dari orang tualah yang telah membantu saya sehingga saya bisa menjadi juara terbaik 2 pada MTQ XXV tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2014.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Nyata "Pengalaman Pertamaku Saat Mengikuti MTQ""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel