Kisah Nyata "Pengibaran Terakhir"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian stori nyata ini dituliskan oleh KSR dengan judul "Pengibaran Terakhir". Dalam cerita ini ia membagikan tentang kenangan bersama salah seorang sahabat yang telah tiada.

Begini, Kisah Nyatanya....

Awal tahun 2014 ketika memasuki awal masuk sekolah menengah (SMA) .Di hari akhir MOS (Masa Orientasi siswa) kakak kelas mengumpulkan kami di lapangan.

“Yang mau ikut PASKIBRA (Pasukan Pengibar Bendera) 2014 pindah ke sisi kanan”. Ketertarikanku akan baris berbaris membuatku pindah ke sisi kanan,toh tidak ada seleksi alias siapa saja boleh masuk.Sekitar 120- an anak berada di sisi kanan yang artinya mereka inilah yang akan menjadi anggota PASKIBRA.

Keesokan harinya seusai pulang sekolah kami hanya diberi waktu satu jam untuk makan dan berganti pakaian dengan kaos berwarna putih,celana olahraga,sepatu hitam dan tidak lupa topi sekolah.Latihan dimulai pukul 3 sore diawali dengan pemanasan dan lari memutari lapangan kemudian dilanjutkan dengan materi serta praktik baris berbaris.

Setiap hari kami latihan dari jam 3 sore dan selesai pukul 17.30. Kami hanya memiliki waktu tersisa
kurang dari tiga bulan menuju hari H pengibaran bendera 17 Agustus terhitung dari hari ini
bulan Mei.

Waktu pemilihan posisi pun akhirnya ditentukan setelah 2 minggu kami berlatih , saya akhirnya terpilih sebagai pasukan 45,pasukan dengan jumlah anggota paling banyak serta paling pendek diantara pasukan lainnya yaitu 8 dan 17, sesuai perkiraan saya akan berakhir dipasukan 45 karena saya termasuk anggota dengan tinggi rata-rata kebawah (154 cm).

Jika dibandingkan dengan teman-teman yang lain, walaupun begitu kami pasukan 45 tidak berkecil hati, kami selalu kompak dan saling mendukung satu dengan yang lain toh semua pasukan juga sama,sama-sama pasukan pengibar bendera, walalupun banyak yang beranggapan kalau pasukan 45 hanya sebagai pasukan tambahan pengiring bendera.

Sekolah kami memang setiap tahunnya selalu menyelenggarakan upacara bendera peringatan HUT RI ,PASKIBRA disekolah kamipun tergolong tak biasa,semua didesain menyerupai tata upacara layaknya di istana negara,kami juga bekerja sama dengan pihak TNI yang biasanya selalu hadir sebagai pembina upacara,ada anggota drumband yang mengiringi kami,bahkan kami berlatih tidak hanya berbaris namun membentuk formasi.

Tahun ini formasi yang akan kami bentuk adalah bentuk burung garuda.Burung garuda adalah lambang dari negara kita.Jujur saja latihan formasi adalah yang paling susah,selain kita harus menyamakan tempo serta tepat saat mengambil posisi ,bentuk akhir yang paling penting.Ada kaka kelas yang biasanya memantau dari atap lantai dua sekolah melihat kami dari bawah,apakah bentuk formasi kami berhasil menyerupai bantuk burung garuda atau tidak.

Kebanyakan dari kami dulunya bukanlah anggota PASKIBRA di SMP nya jadi pengetahuan kami akan baris berbaris sangat minim,sehingga tak jarang kaka kelas memangilkan para alumni untuk melatih kami,bahkan tak jarang ada bapak anggota militer yang melatih kami.

Layaknya anggota militer kami juga dilatih keras mengingat hari H pengibaran tinggal beberapa bulan lagi.

Hari pengibaran pun akhirnya tiba,rasa nervous,degdegan semua campur aduk menyelimuti perasaan kami,kami berharap tidak ada satupun dari kami yang membuat masalah,apalagi upacara bendera kali ini selain ditonton oleh warga sekolah juga dihadiri oleh bapak militer dan pejabat BNN setempat.

Pada tanggal 17 Agustus 2014 ,dari awal kami menghentakan kaki kami memasuki lapangan sekolah sudah terdengar sorakan dan tepuk tangan para siswa serta tak ketinggalan para warga yang sengaja datang untuk melihat formasi kami dari balik pagar sekolah.

Rasa nervous yang sebelumnya kami rasakan sudah terlebur menjadi perasaan bangga,namun di tengah-tengah pengibaran ketika ada anggota kami yang berteriak “ Bendera Siap” ,kami para anggota PASKIBRA dan teman-teman kelas 10 lainnya tak kuasa menahan tangis,kami para anggota masih menahan tangisan kami dan berusaha profesional hingga pelaksana upacara bendera selesai.

Selesai melaksanakan upacara kami kembali dengan formasi barisan yang diiringi dengan tepuk tangan pesetra dan penonton.Di aula tempat basecamp kami berkumpul seusai upacra,tangisan kami tak bisa terbendung.

Semua menangis tersedu-sedu baik wanita waupun laki-laki,harusnya hari ini menjadi tangisan bahagia kami karena sudah menyelesaikan upacra bendera dengan sangat baik,namun yang kami tangisi bukan upacara benderanya.

Kami menangisi kepergian sahabat dan saudara kami Vino Ramadhan. Vino adalah anggota PASKIBRA yang bertugas sebagai pasukan inti pengiring bendera,ia dipercayai sebagai tiga anggota pembawa bendera, suaranya lantang namun tidak terlalu besar membuatnya ditunjuk sebagai pembawa bendera yang biasanya berada disisi kanan si pembawa baki dan berteriak “Bendera siap” menandakan jika bendera sudah siap untuk digerek ke atas lalu diiringi lagu kebangsaan,bahkan tiga minggu berturut –turut sebelum pengibaran Vino telah dipercayai untuk mengibarkan bendera.

Mengingat ketika itu kami baru saja masuk SMA ,sehingga suaranya yang khas ketika berteriak “Bendera Siap “ masih segar teringat oleh kami dan para siswa lainnya.

Hari Jumat,dua hari sebelum hari H pengibaran kami mendapat kabar bahwa Vino mengalami kecelakaan seusai pulang latihan pengibaran, ia jatuh dari motor ninjanya setelah tersenggol oleh minibus yang hendak disalip nya.

Kakak kelas dan beberapa teman lainnya sempat mengunjunginya,mereka mengatakan kalau Vino sedang koma dan sepertinya kecil kemungkinan ia bisa mengikuti pengibaran bendera. Hari Sabtunya seusai pulang sekolah kami latihan kembali,hari ini kami melakukan gladi kotor sebelum pengibaran besok.

Posisi Vino digantikan oleh kakak kelas,jujur saja secara pribadi saya tidak terlalu mengenal Vino dengan dekat,saya hanya bersimpati ketika mengetahui ia kecelakaan dan tiba-tiba posisinya digantikan oleh kakak kelas.

Hari Minggu 17 Agustus 2014 sekitar pukul 4 pagi saya mendapat kabar dari grup chat kelas dan grup chat paskibra jika vino telah meninggal dunia. Hari itu semua grup chat penuh dengan isi doa untuk Vino.

Saya awalnya tidak percaya dengan info dan kiriman yang ada waktu itu, hingga jam 5 pagi saat kami anggota PASKIBRA berkumpul di aula untuk briefing semua anggota sudah menunjukan raut wajah sedih.

Bahkan kakak-kakak kelas juga berusaha menenangkan kami.Berita tentang Vino meninggal memang benar adanya,semua anak tak kuasa menahan tangis,padahal jam 07.30 upacara bendera akan segera dilaksanankan, namun karena berita kematian Vino yang tiba-tiba membuat suasana menjadi tidak tenang,anak-anak ingin segera menjenguk Vino dan pergi mengantarkan Vino ke tempat peristirahatannya terakhir.

Namun,kami tahu sebelum itu kami harus melaksanakan kewajiban kami sebagai anggota PASKIBRA.

Ketika di aula ada beberapa kalimat sebagai penyemangat kami yang masih saya ingat,

“Hari ini adalah hari pengibaran,pengibaran pertama dan terakhir kalian di SMA,kita sudah melewati berbagai latihan keras setiap hari bersama,kita panas-panasan ketika anak-anak lain istirahat padahal kita sedang berpuasa!kita menahan haus ,lapar dan capai bersama-sama berbulan-bulan hanya untuk 10 menit pengibaran bendera,bahkan ketika ada satu teman kita yang gugur dalam latihan padahal belum melaksanakan tugasnya,apakah kita mundur dan menyerah ?“, kurang lebih itu adalah sepenggal kata-kata yang masih saya ingat dari kakak kelas kepada kami agar kami bisa melakukan tugas kami sebagai anggota PASKIBRA dengan baik.

Jika awal niat kami sukses melaksanan tugas kami hanya untuk membanggakan nama sekolah kami,maka hari ini kami menambah niat kami menjadi agar kematian Vino ketika sedang bertugas katakanlah Vino adalah seorang pahlawan yang gugur ketika di medan peran padahal kemerdekaan belum didapatkan,maka hari ini kami akan membalas kematian Vino agar tidak sia-sia dengan melakukan formasi dan tugas kami sebagai anggota PASKIBRA dengan baik.

Pulang dari upacara pengibaran bendera, kami para anggota PASKIBRA dan teman-teman yang lain bersama-sama segera menuju ke tumah Vino. Setibanya disana sudah ada beberapa karangan bunga salah satunya dari pihak sekolah dan alumni, suasana haru pecah ketika memasuki rumah Vino.Kami datang terlambat,Vino sudah dimakamkan.

Anak laki- laki langsung pergi ke tempat pemakaman Vino,sedangkan kami yang perempuan ditinggal di rumah Vino ,saya tak kuasa menahan tangis ketika ibu Vino menunjukan album foto masa kecil Vino.

Bahkan beliau tak henti-hentinya menangis dan meminta maaf jika Vino ada salah. Anak remaja berusia 15 tahun meninggal,bahkan seragam putih abu-abunya masih terlihat baru.Vino bukan hanya teman namun saudara kami,walaupun sepatunya tidak sempat menyentuh lapangan ketika pengibaran,walaupun seragam putihnya taidak sempat ia pakai,walaupun suaranya tidak sempat kami dengar ketika pengibaran, namun kami selalu mengingat Vino.

Saya memang tidak terlalu dekat dengan Vino,namun kepergiaannya membuat saya dan orang-orang yang bahkan mungkin tidak mengenalnya merasa kehilangan,dimata saya ia adalah sosok anak yang humble dan mudah bergaul, walau tidak dekat kami saling mengenal dan sering saling sapa bila bertemu.

Mungkin satu penyesalan saya adalah belum dekat dengan Vino,maklum kami baru saja masuk SMA dan masih harus saling mengenal. Untuk Vino yang sekarang di surga,kami selalu mengingat dan mendoakanmu.

Terimakasih dari saya secara pribadi karena kamu Vino orang yang memiliki banyak teman namun tidak gengsi untuk menyapa saya,jika kita diberi waktu lebih untuk berinteraksi mungkin kita bisa menjadi teman dekat.Semoga kamu Vino tenang disana.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

3 Responses to "Kisah Nyata "Pengibaran Terakhir""

  1. Kisah yg mengharukan ,persahabatan sejati ,dan mengingatkan kita bahwa dunia hanya tempat bersinggah hidup jangan dibuat gelisah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Sangat bagus kak, banyak hikmah yg bisa diambil, spt mengajarkan utk memilili rasa patriotisme yg tinggi,kedisiplinan, mengingatkan utk berteman dg siapapun, dan msh bnyk lagi. 👍👍

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel