Kisah Nyata "Perjuanganku yang Terbayarkan"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah nyata ini dituliskan oleh Nadia dengan judul "Perjuanganku yang Terbayarkan". Dalam cerita ini ia membagikan pengalaman yang begitu berharga tentang hidupnya. Semoga bisa memberi inspirasi bagi segenap pembaca.

Begini, Kisah Nyatanya...

Namaku Nadia, aku tinggal di kota Banjar Baru. Aku tinggal bersama kedua orang tuaku. Kakak aku tinggal di luar kota untuk sekolah. Saat ini aku berada di bangku sekolah menengah pertama, lebih tepatnya berada di kelas 9 semester genap. Seluruh siswa-siswi pastilah mempersiapkan untuk Ujian Nasional yang akan menentukan lanjutan pendidikan berikutmya, begitu pun dengan diriku.

Disuatu pagi, seluruh siswa-siswi dikumpulkan di suatu kelas untuk memberikan pengumuman waktu pelaksanaan Ujian Nasional dan diberitahukan bahwa ada beasiswa uang tunai untuk siswa maupun siswi yang mendapat nilai terbaik UN tingkat Kota/Kabupaten.

Setelah mendengan kabar tersebut, aku pun memimpikan hal tersebut terjadi pada ku.

“Aku memang sering mendapat juara kelas di sekolah ini, namun apakah aku bisa mendapatkan nilai UN terbaik di kota Banjar Baru ini?”, kalimat itu terlintas di pikiranku saat itu. Aku ingin sekali mendapatkan beasisiwa itu untuk aku gunakan ketika aku masuk jenjang pendidikan berikutnya dan agar tidak terlalu menyulitkan orang tuaku.

Aku pun menceritakan bahwa ada beasiswa seperti itu kepada kedua orang tua ku. Mereka pun memberikan nasihat kepada ku, “Jika ingin mendapat nilai terbaik atau apapun itu, berusahalah sekuat yang kamu bisa dan yakinlah bahwa kau bisa!” ucap mama ku.

Kemudian ayah ku menambahkan “Usaha saja dulu, hasil akhir itu urusan belakangan”. Mendengar nasihat dari mereka, aku pun langsung memikirkan cara agar aku bisa mendapatkannya.

Berdasarkan nasihat orang tuaku, aku pun menjadi lebih termotivasi. Aku susun jadwal belajarku di rumah yang harus aku tepati. Aku korbankan waktu ku bersenang-senang dengan teman-teman untuk belajar.

Keesokan harinya aku dibangunkan oleh alarm yang telah kupasang tadi malam tepat pukul 04.00 Pagi sesuai jadwal yang telah ku buat. Aku pun merapikan tempat tidur ku dan mulai belajar di keheningan rumah ku saat itu, karena mama dan ayah ku masih tertidur lelap.

Paginya aku sekolah seperti biasa, dan pulangnya aku mengerjakan tugas pekerjaan rumah ku lalu membantu mama di dapur. Kulanjutkan belajarku sesaat setelah makan malam hingga aku merasa mengantuk dan tidur.

Try out atau uji coba pertama ku jalani dan aku kerjakan semampuku. Setelah beberapa hari hasilnnya pun diberitahukan ke seluruh siswa kelas IX. Kami pun di kumpulkan di suatu kelas dan diberitahu bahwa yang nilai nya lulus hanya ada 2 orang saja.

Jantung ku pun berdebar-debar dan berharap kalau salah satunya aku. Dibacakanlah oleh guru ku, Bapak Zainal “ Siswa yang lulus try out, pertama dari kelas IX A, yang bernama . . . . Luthfi Anshari” karena yang pertama disebutkan bukan diri ku, aku pun semakin takut kalau yang satunya bukan diriku, dan akhirnya yang kedua pun dibacakan, “Yang kedua dari kelas IX B bernama . . . .Nadia dari kelas IX B”. Aku pun refleks berteriak “horeeee” aku senang sekali, padahal aku masih merasa banyak materi yang belum terlalu aku pahami. Akhirnya aku semakin semangat dalam belajar dan yakin bahwa aku pasti bisa mendapat nilai terbaik.

Try out berikutnya, ujian praktik dan ujian sekolah pun sudah ku lalui. Dan tibalah waktunya untuk fokus belajar untuk ujian nasional. Aku belajar lebih tekun lagi, aku ubah jadwal belajarku agar lebih lama dari sebelumnya.

Aku bangun pukul 03.30 pagi untuk belajar dan sore pulang sekolah sebentar dan malam sebelum tidur. Kedua orang tuaku sangat mendukungku, mereka tahu kalau aku suka belajar dengan suasana sepi, jadi mereka sengaja mematikan televisi dan tidur lebih cepat.

Waktu Ujian Nasional pun semakin dekat, sehari sebelum Ujian Nasional aku di ajak mama ku ke rumah nenek ku untuk minta restu kepada kakek dan nenek ku. Malam sebelum ujian pun aku meminta doa kedua orang tua ku agar di beri kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan ujian nasional.

Hari ini adalah hari yang telah kunanti dan ku siapkan dengan matang, aku pun mengerjakan soal Ujian Nasional pertama yaitu bahasa indonesia yang ada di hadapanku dengan sungguh-sungguh dan keyakinan bahwa aku bisa mengerjakannya dengan benar.

Hingga 4 mata pelajaran Ujian Nasional terlalui, aku bersyukur merasa mudah mengerjakannya. Dan berterima kasih kepada kedua orang tuaku dan nekek kakek yang telah mendoakan dan memberiku semangat.

Akhirnya tibalah waktu pembagian hasil ujian nasional yang menghadirinya bersama orang tua. Aku ditemani oleh mama ku. Kepala sekolah pun mulai memberikan sambutan, disebutkan kalau ada salah satu dari kami yang mendapat nilai tertinggi tingkat MTs se kota banjar baru dan mendapatkan beasiswa. Mendengar hal itu jantung ku pun mulai berdegup kencang, sambil berharap kalau seseorang itu adalah aku.

Kemudian mulai lah pembagian hasil ujian Nasional tersebut, kudengarkan baik-baik ucapan kepala sekolah. ternyata disebutkan bahwa yang mendapatkan nilai tertinggi itu diriku, dan mama ku langsung memeluk dan mencium ku, sembari berkata “Alhamdulillah nak, impian mu tercapai. Tidak sia-sia kamu belajar siang dan malam”. Aku senang sekali karena bisa mendapatkan beasiswa dan membanggakan kedua orangtua yang aku sayangi.

Dari hari itu aku pun sadar, aku harus berusaha keras agar dapat mewujudkan impian ku. Berusahalah sekeras yang kau bisa, maksimalkan usaha untuk mewujudkan impian mu, perjuangan keras akan terbayar dengan hasil yang memuaskan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kisah Nyata "Perjuanganku yang Terbayarkan""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel