Kisah Nyata "Transfer Bakat dalam Persahabatan"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian cerita nyata ini dituliskan oleh Nur Hafizqi dengan judul "Transfer Bakat dalam Persahabatan". Dalam stori ini ia menuliskan sejumlah pengalaman bersama dengan sahabat yang saling berbagai satu sama lainnya.

Begini, Kisahnya....

Selain percintaan dan keluarga, persahabat merupakan elemen terpenting dalam hidup yang seharusnya turut pula dijaga. Memiliki teman yang tidak hanya menemani dalam situasi dan hal-hal menyenangkan saja tapi turut pula mendampingi dalam duka merupakan anugerah besar tersendiri yang sebenarnya sangat harus disyukuri.

Tidak hanya menjadi rekan bercanda, menghabiskan waktu sekedar mengelilingi pusat perbelanjaan, sahabat juga bagian terpenting dari mampu terselesaikannya banyaknya tumpukan tugas mata kuliah. Berawal dari tidak saling mengenal kini kami telah beranjak menjadi tiga orang yang saling menyayangi, barang kali begitula menurutku.

Kami memiliki pribadi dan bakat yang berbeda masing-masing. Hobby yang berbeda tidak membuat apalagi mengharuskan kami untuk menjalani kesibukan dengan terpisah. Bahkan tidak jarang kami belajar untuk terlibat pada bidang yang sama satu sama lain. Tidak hanya sebagai penikmat, masing-masing kami pun mempelajari dan mulai mengikuti bakat-bakat kami yang berbeda-beda.

Di mulai dari mengikuti event puisi online, aku yang sebenarnya lebih dahulu terjun pada dunia menulis mulai mencoba untuk mengajak mereka. Berawal dari sertifikat-sertifikat kepenulisan yang ku miliki serta karya-karya puisi yang mereka anggap menarik.

Mereka pun ikut ingin terjun dalam dunia kepenulisan. Awalnya aku tidak mampu menarik minat keduanya, hanya Ria yang mampu ku ajak untuk jatuh lebih dulu memasuki dunia literasi. Kami suka menulis puisi bersamaan, saling bertukar dan membaca karya masing-masing serta memberi komentar dan kembali saling memperbaiki, sebelum kami kirimkan pada pj event tersebut.

Pada beberapa kesempatan hanya aku yang lebih sering menjadi kontributor, namun tidak ingin mematahkan semangat sahabatku itu aku pun turut menasihatinya kataku waktu itu “semua naskah punya jodohnya masing-masing jika bukan disini barang kali di event lain.”.

Waktu pun terus berjalan dan berburu event mulai menjadi hobby kami berdua hingga lambat laun kami berdua selalu terselip dalam kontributor antologi puisi yang sama. Namun pernah suatu hari hanya Ria saja yang menjadi kontributor sedang aku hanya menjadi peserta namun menurutku itu hal biasa, ku pelajari kesalahan ku dan memang saat itu tema puisiku kurang selaras dengan event saat itu.

Kami terus berburu event hingga akhirnya nama kami berdua kembali mengisi kontributor antologi puisi bahkan tidak hanya berdua kini Novi pun ikut menjadi kontributor. Hal yang menyenangkan bagiku disaat nama kami ber 3 mampu mengisi satu buku antologi puisi yang sama. Tidak jarang pengalaman patah hatipun menjadi aset keberuntungan kami dalam berkarya.

Tidak hanya dalam literasi, Novi yang hobby dan pandai dalam menggambar pun mulai menarik perhatian kami untung mengikuti jejaknya. Doodle menjadi pilihan aku dan Ria untuk belajar menggambar, namun sayang kami berdua memang tidak berbakat dalam bidang itu sehingga sampai sekarang hanya Novi yang pandai menggambar diantara kami bertiga.

Kami tidak menyerah, jika kami tidak mampu menggambar juga setidaknya kami berdua harus bisa menulis cerita dan percakapan yang ada dalam gambar Novi. Karya pertama untuk itu kami pajang di salah satu madding yang ada di jurusan kami.

Setelah keragaman cerita dalam bidang seni kini kita akan beranjak pada hakikat wanita. Sudah seharusnya wanita mampu memasak dan diantara kami bertiga Ria yang paling suka memasak tidak jarang dia menasihati kami untuk belajar memasak juga berkat kegigihannya dalam menasihati kami kini aku dan Novi pun pelan-elan sudah mulai suka bermain-main ke dapur untuk memasak.

Benar adanya jika sahabat adalah tempat berbagi dan membagi. Beragam bakat yang berbeda jika dibumbui keinginan, pengertian serta tekat maka mampu menjadi bakat bersama. Terimakasih telah hadir dan menjadi guru tersabar yang mengajarkan bakat-bakat kalian padaku.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Kisah Nyata "Transfer Bakat dalam Persahabatan""

  1. Bagus dekku, semangat berkarya ya. Menghasilkan karya yang tidak hanya dinikmati seorang saja, tapi dinikmati banyak orang.
    Tingkatin lagi kreativitas menulisnya kocikkkk

    BalasHapus
  2. Semangat `(*∩_∩*)′....
    Ditunggu karya selanjutnya...��

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel