Kisah Pengusaha Juan Utama Batubara "CEO Muda Allco Pomade"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah sukses ini dituliskan oleh Budi Rahmah Panjaitan dengan judul "Bisnis Hair Style, dari isi Parfum Refill Hingga Isi Seminar Interpreneur (CEO Muda Allco Pomade)". Dalam stori ini ia membagikan pengalaman sukses Juan Utama Batubara yang dikenal sebagai salah satu tokoh enterpreneur muda di Indonesia.

Begini, Kisahnya...

Banyak yang mengatakan bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Tampaknya hal ini akan selalu jadi benar saat usaha yang dilakukan benar-benar gigih dan tekun. Selain kata-kata itu masih banyak lagi rangkaian kalimat yang dinilai bisa membuat semangat dan bisa juga membuat tantangan bagi siapa saja yang mendengarnya, terutama kawula muda saat ini.

Mau tau kalimatnya? Ya, kalimat itu seakan memberikan tantangan dan juga pertanyaan. Cobalah menjawab pertanyaan dari rangkaian kalimat sederhana ini “siapkah engkau kaya di usia muda dan apa menurutmu jalan yang paling pas untuk meraihnya?”. Wah, wah...terlihat singkat namun menantang para penjawabnya.

Kalimat pertanyaan inilah yang kemudian bisa dijawab oleh seorang kawula muda asal Medan yang bernama Juan Utama Batubara. Ia siap menjadi kaya di usia muda dan meraihnya dengan cara berbisnis. Jawaban sederhana, namun yang perlu diulik adalah mengenai bisnis yang ditekuninya hingga ia mengatakan siap menjadi kaya di usia muda.

Sebelum masuk ke pembahasan dunia bisnis yang digelutinya, sebaiknya berkenalan dulu ya dengan Juan Utama Batubara ini secara lengkap, dan kok dia dibilang muda? Berapa sih umurnya?. Tentu pertama kali akan muncul pertanyaan sederhana ini.

Ya, dia memang masih muda, ia lahir di Kisaran, 16 Oktober 1996 dari pasangan suami istri bernama Fakhrurazi Batubara dan Rosmiati. Jika dihitung di tahun sekarang ini, umurnya bahkan belum genap 22 tahun.

Bukan hanya soal bisnis saja yang Juan pikirkan, ia juga sangat memperhatikan dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan tercatatnya ia sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Medan tepatnya pada jurusan Akuntansi Stambuk 2014.

Ya, jika diperhatikan sosok Juan ini bisa dikatakan insan akademisi yang cerdas memandang kedepan segala sesuatunya, baik bisnis maupun pendidikan.

Upss, tidak sampai disitu, selama jadi mahasiswa sosok Juan ini juga bukan tipe mahasiswa KUPU-KUPU yang kerjanya kuliah pulang-kuliah pulang. Hal ini bisa terlihat dari berbagai aktivitas diluar jam mata kuliah yang ia ikuti.

Mulai dari organisasi internal hingga eksternal kampus pun ia ikuti. Adapun organisasi internal yang ia ikuti namanya Pers Kreatif yang mana ini menjadi organisasi dalam kampus yang mewadahi para anak muda untuk menggeluti bidang pers yang mengarah kepada kemampuan jurnalistik, fotografi, dan juga menulis.

Jadi, kalau sudah bicara mengenai kemampuan jurnalistik, maka bicaranya akan mengarah kepada kemampuan berkomunikasi. Hal inilah yang tentunya menjadi pelajaran bagi seorang Juan untuk melatih public speaking nya.

Tidak sampai disitu saja, berbagai organisasi eksternal kampus lainnya yang ia lirik adalah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan juga HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Menariknya, ia akan selalu melirik bidang kewirausahaan yang ada pada tiap organisasi tersebut. 

Bahkan untuk organisasi HIPMI yang sudah jelas menjadi organisasi bagi pengusaha muda Indonesia, Juan terpilih menjadi ketua umum di tahun 2016 yang lalu. Menjadi pengusaha namun tidak memiliki jiwa kepemimpianan tentu tidak lengkap namanya.

Inilah hal yang melengkapi kepribadian seorang Juan, selain belajar menjadi seorang pengusaha muda dan berlatih public speaking, Juan juga belajar ilmu kepemimpinan secara matang pada organisasi yang ia ikuti. Hingga akhirnya jiwa kepemimpinanya ini teruji dengan terpilihnya ia menjadi “Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Medan”.

Dari sinilah sosoknya semakin menginspirasi dan terus menjadi motivasi tersendiri bagi para mahasiwa dan juga anak-anak muda yang mengetahui kisahnya.

Setelah membahas kisahnya di dunia kampus, maka saatnya membahas cerita suksesnya ia di usia muda dalam mengembangkan usaha bisnis. Tahapan apa saja yang sudah ia lalui untuk menuju kesana? Apa latar belakang yang membuat tekadnya kuat menjadi interpreneur muda? apa targetnya kedepannya? Serta apa kata-kata kunci yang bisa menjadi pembuka pikiran banyak orang tentang dunia bisnis?.

Berbicara mengenai tahapan apa saja yang sudah dilalui seorang Juan, ini merupakan jawaban yang bisa membuat banyak orang bisa melihat bahwa proses akan mendatangkan hasil yang kadarnya sebanding.

Juan sudah memulai tahapan dunia bisnisnya melalui benih-benih keberanian untuk berjualan mulai dari usia anak-anak. Sejak menduduki bangku Sekolah Dasar, Juan sudah mulai berjualan es bahkan sayur kangkung.

Jika dibayangkan, untuk usianya saat itu, tentu akan menjadi tantangan berat bagi seorang anak-anak untuk bisa berani menjajalkan jualan di depan teman-teman dan juga orang-orang yang ada disekitarnya.

Namun tidak untuk seorang Juan Utama Batubara yang telah memiliki tekad kuat di usianya yang belia saat itu. Bermodal pengalaman masa usia belia inilah, Juan terus memantapkan diri untuk berjualan.

Sampai pada saat duduk dibangku Sekolah Menengah Atas, Juan mulai memberanikah diri untuk mencoba menjual produk lain. Adapun produk yang diliriknya saat itu adalah bisnis parfum refill (isi ulang).

Seperti halnya kebanyakan orang, apalagi statusnya saat itu adalah siswa di sekolahnya, Juan juga sempat merasa malu dengan apa yang ia lakukan. Namun dengan keinginannya yang kuat, ia mulai memberanikah diri untuk berjualan parfum tersebut bukan hanya untuk teman sekelas saja, melainkan juga untuk teman-temannya yang ada di kelas lain, bahkan juga untuk para guru.

Dengan kegiatan berjualan parfumnya tersebut, akhirnya Juan pun dikenal seantero sekolah sebagai penjual parfum. Hal ini bukan bernada negatif, melainkan nada positif yang membuat orang banyak mencari Juan untuk membeli parfum kepadanya.

Terhitung perminataan semakin meningkat tiap bulannya terhadap parfum yang dijual oleh Juan tersebut. Melihat permintaan yang semakin tinggi, akhirnya Juan pun menyulap kediamannya menjadi tempat produksi parfum.

Tidak heran memang jika permintaan parfum Juan tinggi. Sebab, kualitas yang ditawarkan juga merupakan kualitas impor yang berasal dari negara Singapura. Untuk semakin memperkuat ingatan orang tentang sosok dirinya dan produk parfum yang ia jual, Juan kemudian membuat nama parfum tersebut menjadi “Juan Parfum”. Sampai saat ini, di Kota kelahirannya Kisaran, parfum ini sudah terkenal.

Setelah menyelesaikan studi di tingkat SMA, Juan pun akhirnya masuk ke Perguruan Tinggi Negeri di Medan. Ia pun harus meningglkan usaha parfumnya di kota kelahirannya yang kemudian dikelola oleh orang tuanya.

Ia pun mulai harus memutar otak untuk melanjutkan bisnis di kampus. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah produk berupa susu sapi Berastagi yang kemudian ia berperan sebagai penjual kembali susu itu.

Awalnya penjualan susu sapi tersebut hanya untuk teman-teman kampus saja. Namun karena melihat minat yang semakin meningkat, Juan mulai melirik pasar yang lebih besar yaitu menjajalkannya di toko-toko yang memiliki lokasi strategi untuk para pembeli.

Tidak sampai pada usaha itu, Juan juga memanfaatkan waktu malam ketika jam kuliah sudah habis untuk menjajalkan produk susus sapi Berastagi ini ke warung makan yang menunya makanan laut (seafood).

Disana, Juan bukan hanya menjajalkan saja, namun ia juga mencoba mempresentasikan produk susu sapi tersebut sedemikian rupa supaya banyak orang yang lebih tertearik lagi untuk membelinya. Meski masih ada rasa canggung dan malu, Juan tetap melanjutkan usahanya tersebut berbekal dengan tekad kuat untuk menjadi pengusaha sukses.

Jika dilirik maka disini seorang Juan bukan hanya menunjukkan keberanian dan tekad kuat, melainkan juga time management yang baik. Dimana ia bisa mengatur waktu kuliah dengan waktu yang bisa dimanfaatkan untuk berbisnis demi menghasilkan uang.

Tidak puas dengan hanya menjadi penjual susu dengan jumlah yang dirasa masih terbatas, Juan kemudian mulai banting setir melihat usaha bisnis yang bisa menjanjikan. Ia melirik bisnis hairstyle yang dirasa mampu menggebrak pasar.

Adapun nama usaha yang mulai dirintis Juan ini diberi nama Allco Pomade yang merupakan singkatan dari All Community Pomade. Singkatan ini juga bukan sekedar singkatan semata, karena makna yang ada didalamya berarti minyak rambut yang bisa digunakan oleh semua kalangan.

Modal yang harus dikeluarkan Juan untuk satu lusin Pomade nya ialah sekitar 700 ribu. Adapun mekanisme pada awalnya Juan sempat membeli satu lusin pomade yang kemudian dititipkan ke salah satu barbershop yang ada di kota kelahirannya.

Melihat hasilnya yang memuaskan, Juan pun mulai terpikir untuk meracik sendiri pomade. Berkat pembelajaran cara membuat pomade yang ada di youtube dan mengajak teman yang bisa dikatakan ahli di bidang tersebut, akhirnya lahirnlah produk Allco Pomade ala Juan.

Dalam satu kali produksi, Juan bisa menghasilkan hingga 2000 produk pomade dan itu semua dilaksanakan secara home industry. Terkait cara penjualan, Juan tampaknya memang sudah terlatih menjualnya dengan cara door to door atau pintu ke pintu.

Tidak ketinggalan juga, promosi terpenting yang dilirik Juan adalah promosi ke berbagai barbershop yang pastinya identik dengan minyak rambut. Tida butuh waktu lama, bisnis yang ditekuni oleh Juan ini pun semakin menunjukkan eksistensi kemajuannya hingga bisa meraih omset mencapai 15 juta perbulannya.

Dari penghasilannya yang sudah mencapai puluhan juta perbulan ini, Juan akhirnya bisa membiayai dirinya sendiri secara finansial bahkan Juan sudah berhasil berangkat umroh.

Berkat keberhasilannya ini, Juan pun mendapatkan bonus pengasilan dari berbagai acara seminar yang melibatkan dirinya sebagai pembicara. Statusnya dalam seminar tersebut adalah seorang interpreneur muda yang sukses yang bisa menginspirasi banyak orang dengan berbagi segudang pengalaman yang ia miliki soal dunia usaha.

Usaha Juan ini juga dilatarbelakangi oleh tekadnya untuk mengubah status ekonomi keluarga yang memang diakuinya pas-pasan serta motivasi terbesarnya untuk membuat kedua orang tua bahagia. Bukan tanpa arah, sebagai sosok yang bijak, Juan juga menentukan target kedepannya yaitu menjadi pengusaha muda yang mandiri secara finansial sebelum berumur 25 tahun dan membuka lebih banyak cabang usaha di Indonesia dan Asia.

Usahanya yang mengarah pada produk lifestylemembuat suatu pandangan unik dirinya mengenai hal tersebut yaitu berupa dua jenis investasi yang lahir dengan adanya lifestyle.

Investasi itu adalah leher keatas dan leher kebawah. Investasi leher keatas yang dimaksud adalah pikiran dan otak, sedangkan investasi leher kebawah adalah cara berpakaian. Kedua hal inilah yang menurut Juan teramat penting dalam hidupnya.

Juan juga memiliki prinsip bahwa "Lebih baik kehilangan masa muda, daripada kehilangan masa depan";. Tentu suatu prinsip yang menandakan bahwa Juan adalah sosok yang memandang jauh mengenai masa depan.

Itulah segelintir kisah dari seorang pengusaha muda Juan Utama Batubara yang sukses menginspirasi banyak orang. Semoga segala sesuatu yang baik dari seorang Juan bisa turut menginspirasi kita semua.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Pengusaha Juan Utama Batubara "CEO Muda Allco Pomade""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel