Kisah Persahabatan "Antara Menjadi Kesekian dan Sengaja Dilupakan"

KisahTerbaik.Com- Rangkaian cerita tentang persahabatan ini dituliskan oleh Dhea Amalia Lutfiani dengan judul "Antara Menjadi Kesekian dan Sengaja Dilupakan". Dalam kisah ini ia membagikan sejumlah pengalaman yang menarik untuk di baca.

Begini, Kisahnya...

Kicauan burung dan aroma embun pagi membuatku ingin tetap terlelap. Berkelana ke alam mimpi dan menjadikan semua yang aku inginkan terjadi. Tetapi apalah daya, mimpi tetap akan menjadi mimpi. Mimpi yang dibangun dengan indah nan apiknya akan sirna dengan membuka mata.

Dalam sekejap, aku telah larut dalam pikiran yang semakin kalut. Aku mempunyai teman dimana dapat dikatakan dia adalah sahabatku. Entah sahabat atau bukan, aku menganggapnya sebagai sahabat. Apa mungkin karena kami diberikan nama yang sama? Entah aku tidak tahu.

Dia pernah berkata, “Pikiran kamu itu ribet ya?”. “Ha? Ribet bagaimana maksud kamu?”, balasku. “Ya, ribet. Kalau kamu kepikiran sesuatu pasti benang utama dalam pikiranmu menjalar kemana-mana. Jadi seperti kepikiran satu hal, tiba-tiba saja hal-hal lain muncul dalam pikiranmu tanpa diduga, ya seperti itu”, jawabnya. “Kalau kupikir-pikir memang benar sih, kalau aku memikirkan suatu hal pasti hal yang lain akan muncul”, pikirku. “Nah iya kan, seperti benang yang kisut”, tambahnya.

Itulah yang aku ingat tentang Dea, sahabatku.

Kembali aku larut dalam lamunanku. Kepahitan yang aku rasakan karena dia. Entah hanya perasaanku saja atau memang dia memperlakukanku seperti itu dengan sengaja. Apa ini sebatas imajinasi dan permainan hatiku saja? Aku pun tidak tahu.

Akhir-akhir ini aku dekat dengan seseorang yang dapat dikatakan rekan kerja, hanya sebatas hubungan ketua dan sekretarisnya. Aku ada di saat dia membutuhkanku, namun mengapa dia tidak ada di saat aku membutuhkannya? Aku tahu dia seorang ketua, dia bebas berbuat sesuka hatinya. Entah ingin curhat dengan siapa atau sebatas berkeluh-kesah dengan yang lain.

Namun, dalam hal pekerjaan juga sama. Dia membicarakan masalah pekerjaan yang dia bingungkan kepada yang lain. Lantas apa gunanya aku sebagai sekretaris di sini? Apa aku harus mengetahui masalah yang terjadi pada proyekku sendiri dari orang lain yang hanya anggota? Kalau begitu, kenapa tidak pecat saja aku dan angkat dia sebagai sekretarismu, Pak? Jika kau menginkannya, lakukanlah saja, aku akan mundur dan dengan senang hati memberikannya.

Hal itu aku lakukan agar aku tidak terlihat seperti orang yang tidak berguna dan diabaikan. Lebih baik seperti itu daripada aku merasa sengaja dilupakan.

Drrrt drrrrt drrrt”, smartphoneku tiba-tiba berbunyi dan dalam sekejap menghilangkan semua pikiranku yang telah berlalang buana ke tempat antah-berantah. Kulihat layar smartphoneku “Waktunya untuk bekerja dengannya”, kataku.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kisah Persahabatan "Antara Menjadi Kesekian dan Sengaja Dilupakan""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel