Perjalanan Kepenulisan M. Hariansyah, Mahasiswa Muda yang Penuh Karya

KisahTerbaik.Com- Rangkaian kisah inspiratif ini dituliskan oleh Nur Hafizqi dengan judul "Perjalanan Kepenulisan M. Hariansyah, Mahasiswa Muda yang Penuh Karya". Dalam stori ini ia menuliskan tentang beharga tentang dunia tulis-menulis.

Begini, Kisahnya...

Di erah perkembangan teknologi yang semakin pesat ini whatsapp merupakan salah satu media sosial yang banyak digemari para kaum muda. Bahkan sosial media itula yang membuatku bertemu dengan sosok pria muda ini.

Saat itu melalui groub whatsapp organisasi eksternal kampus yang sama, beliau suka mengirim chat yang berisi link tulisan opininya yang termuat pada sebuah media online surat kabar. Satu dua kali aku mengabaikan.

Hal itu didukung pada sifat ku yang memang kurang suka membaca hal-hal yang panjang dan terkesan serius. Namun aku memang tidak mengabai begitu saja, pengalaman menjadi blogger amatir yang selalu berganti-ganti blog membuatku memahami arti penting jumlah pembaca.

Pada setiap kirimannya ku coba untuk sekedar membuka link lalu menscroolnya saja. Ya, begitula mulanya hingga sampai pada karya beliau yang berjudul “Ikhwal Peran Para Intelektual” menjatuh hatikan niat membacaku. Dan sejak saat itu aku mulai menyempatkan membaca opini beliau setiap kali mengirimkan link tulisannya.

Berlatar belakang dari pertanyaan “Bagaimana proses yang dilaluinya untuk mencapai kesuksesan menjadi langganan penulis lepas dari sebuah media online surat kabar?”. Aku mulai coba iseng membuka blog-blog yang memuat cara mengirim tulisan kemudian online.

Namun tidak puas hanya menebak-nebak, keinginan ku mencari tau nya memiliki kesempatan manis. Pada sebuah acaran organisasi ekternal kampus yang sama, aku mendapat kesempatan untuk sedikit berbincang dengannya.

Melalui perbincangan tersebut aku menemukan satu kejutan lagi bahwa yang semula ku pikir hanya mengisi satu surat kabar ternyata aku keliru. Nama beliau sudah menjadi langganan rubrik opini di dua media online surat kabar. “Di zaman yang serba canggih sekarang ini menurut abang banyak membantu dan berperan dalam dunia kepenulisan, kita menjadi lebih muda untuk menyampaikan aspirasi lewat tulisan. Lagi pula kan sudah ada internet, jadi kita tidak harus membeli surat kabar tersebut untuk membaca tulisan didalamnya.” Begitula tuturnya saat ku tanya mengenai pengaruh perkembangan teknologi yang berlangsung dewasa ini.

Untuk inspirasi sendiri, menurut beliau insprasi bisa didapat dari manapun dan biasanya peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung, sedang viral dan sedanng hangat dibicarakan la yang menjadi sasaran dalam karya tulisnya.

Lagi-lagi tidak lepas dari pengaruh internet itu sendiri aku bertemu pada sebuah event kepenulisan, keinginan untuk mencoba dunia tulis selain puisi pun sedang ku pelajari. Aku ingin mengambil tema kisah inspiratif. Aku sempat bingung siapa yang hendak ku jadikan tokoh didalamnya mengingat ada banyak orang disekelilingku yang begitu menginspirasiku untuk mau berkarya hingga mampu sepertinya.

Teringat pada perbincangan panjang dengan salah seorang pemuda malam itu, terlintas beberapa pendapat pemuda itu, abangda M. Hariansyah merupakan sosok yang berkapable dan berprestasi. 

Pendapat itula yang akhirnya membawaku untuk kembali menghubungi abangda, untuk membawa dan menghadirkan menjadi sebuah karya. Melalui smartphone ku, ku hubungi beliau. Mencoba sedikit menyapa lalu akhirnya menyampaikan maksud. Pesan chat berikutnya pun masuk dia memberiku malam harinya untuk menjawab pertanyaan yang lama ku simpan.

Malam pun tiba, namun belum juga kudapati chat masuk darinya. Sembari menunggu kembali ku kerjakan naskah puisiku yang sudah ku ancang kemana alamatnya akan berkunjung. Sampaila waktu yang sedari siang kunanti.

Ya, waktu bagi abangda M.Hariansyah untuk menjawab pertanyaan yang sungguh ingin sejak lama ku tanyakan. Kejutanpun semakin kudapati saat pesan email masuk berisi riwayat hidupnya yang baru saja ku terima.

Lewat perbincangan chat malam itu ku dapati banyak hal tidak terduga darinya. Melalui perasaan dilematis dan keinginan untuk terlihat berbeda dari mahasiswa umumnya membuatnya memasuki dunia literasi sejak April 2017.

Menurutnya kemampuan berbicara dan keahlian debat saja tidak cukup untuk membuat nya terlihat berbeda dari mahasiswa lainnya, hingga beliau memutuskan untuk mengembangkan kemampuan untuk berkarya melalui sebuah organisasi. “Karena ada penyaringan dan diseleksi lagi, itu ada nulis esay untuk syarat pendaftarannya.

Nah, dari situla abang mulai menulis.” Begitu penuturannya terkait awal mula kepenulisannya. Seperti sudah kodratnya bahwa orang sekitar pasti memiliki dampak terhadap kepenulisan seorang penulis hal serupa juga dialami abangda M. Hariansyah.

Teman kost yang tidak beliau sebutkan namanya merupakan alasan pertamanya untuk mengirim karya tulisnya ke Koran. “Tulisan yang jadi persyaratan lomba dibaca temen kost, bagus ini coba kirim ke Koran? Jadi itu awal mulai mengirim ke koran.”cetusnya.

Seperti halnya tidak ada hal manis tanpa perjuangan hal tersebutpun turut mewarnai perjalanannya 1, 2 karya yang beliau kirim disambut baik oleh penolakan hingga pada karya ke 3 akhirnya berhasil menembus rubrik opini sebuah surat kabar pada Mei 2017.

Menurutnya itu adalah awal karyanya mulai diterima banyak media online surat kabar tersering pada surat kabar yang ada di Sumatra Utara seperti Analisis, Medan Bisnis, dan Jurnal Asia. Namun hal tersebut belum mampu menjamin karirnya sebagai penulis lepas untuk jauh dari penolakan.

Beberapa penolakan terhadap karya nya pun masih bisa terjadi namun kembali menulis dan mengirim karya lagi menjadi solusi yang menurut beliau ampuh untuk dipraktikkan. Tidak hanya puas dengan pencampaiannya, beliau pun masih memiliki keinginan untuk semakin menerbangkan sayap kepenulisannya dengan berkeinginan mampu menembus surat kabar nasional dan memenangkan semakin banyak lomba kepenulisan.

Baginya honor dan followers yang bertambah merupakan bonus dari usahanya untuk berkarya dan sudah seharusnya mahasiswa dekat dengan dunia literasi. Perbincangan yang cukup banyak menghadirkan kejutan dipenghujung malamku itupun kembali membuatku ingin giat pada dunia literasi, tidak jarang motto hidup yang sejauh ini hanya ku jalani semoodku kembali ingin ku gebukan “Berparas cantik itu karya Tuhan, menulis itu berkarya, jadilah cantik dan menulis hingga kau adalah karya yang berkarya.”.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

3 Responses to "Perjalanan Kepenulisan M. Hariansyah, Mahasiswa Muda yang Penuh Karya"

  1. Semangat mantap jiwa👤

    BalasHapus
  2. Pemuda yang penuh karya dan inspiratif yang patut di contoh.....

    BalasHapus
  3. Lebih dari apapun gua terharu bacanya. Alhamdulillah nya gasampe nangis. Semangat terus buat bang M. Hariansyah, lanjutkan karyamu dan gua juga turut berdoa tuk kesuksesan kita semua. Aminnn

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel